Lenguhan Ningsih kalau sedang senggama itu tak bisa kulupakan sampai saat ini. Dan… “Bleeeesszzhh. Vidio Sex bilang saja Bapak sedang ke luar kantor ya!” aku mengajari dia bohong. “Hallo, Papah, ini Mamah, apa khabar sayang?” suara Ningsih di seberang sana terdengan merdu di kupingku. “Pah, Mamah serahkan segalanya untukmu, Mamah khawatir sebentar lagi Mamah dipingit, nggak boleh keluar sendirian lagi, maklum tradisi kuno kejawen masih ketat.” Tanpa malu-malu lagi karena kami memang sudah seperti suami isteri, dia membuka satu persatu pakaian yang melekat di badannya sehingga kemontokan tubuhnya yang tak bisa kulupakan terlihat jelas di hadapanku. “Hati-hati kau bawa dia kawan, dia sedang mengandung anakku, cari jalan yang mulus!” perintahku pada Togar. “Pahh… emmghh… oogghh… Paapaahh… adduuuhh.. Kuminta Ningsih telentang kembali karena dengkulku mulai lemas.




















