Aku tak sadarkan diri.Aku terbangun di ruangan itu lagi. Bokep Montok Tubuhku terasa ringan sekali setelah dibersihkan dengan cara brutal oleh mereka. Sepertinya obsesi terbesar mereka tetaplah untuk menikmati tubuhku dengan cara dibunuh dan dijadikan makanan. Aku rela dibunuh dan dijadikan makanan.Mereka kemudian menyuruhku berdiri, aku lalu dituntun ke tengah-tengah ruangan. Aku yakin keluarga dan teman-temanku sedang mencariku. Perempuan itu kejang-kejang dijemput maut.“Sekarang habisi dia… sayat lehernya…” suruh pak Jun yang tak lagi memegangi tanganku. hehehe” ucapnya.Hah? Aku betina yang memohon untuk disemblih >,“Tapi sayangnya saya gak ingin bunuh kamu sekarang…”“Ah… pak… kenapa?”“Masih belum waktunya…. Dia menghadang jalanku! Aku tidak ada pilihan lain selain membiarkannya terus menatap tubuhku. Aku menangis tersedu-sedu karena saking takutnya dibunuh.“Tapi gak sekarang… saya tidak ingin terburu-buru, hehe…” Dia lalu bangkit, kemudian menancapkan flash disk pada tv yang ada di atas meja.




















