Adikku saat itu masih kelas lima SD. Bokep Montok Aku yang awalnya anak yang jarang suka bermain, sekarang jadi makin malas keluar. Paling hanya ke sawah tak jauh dari rumahku, itupun kalau pas musim layangan saja. Ingin bertanya,tapi tak tahu kepada siapa. Setelah itu, desa kami benar-benar sepi dan kebanyakan penghuninya langsung terlelap dalam mimpi.Di pertengahan kelas dua, kulihat kakek suka mulai merasa kelelahan, mungkin karena usianya yang makin merambat senja. Selain untuk menengokku, ibu juga memberi uang sekedarnya untuk kakek. Sakit lagi ya, mbak? Saat itu aku masih belum mengerti apa maksudnya. Dia tertawa cekikikan saat melihatnya, Cepetan ditutup, nanti burungnya kabur lho! Tak terasa, sudah satu tahun kami hidup bertiga. Selebihnya, aku lebih suka melihat kakek berkebun atau memberi makan ikan.Biasanya, setelah adzan maghrib berkumandang, kampung kami menjadi sepi.




















