Walaupun mungkin nanti aku akan menjadi sedih. Film Porno Tuaannnn….” aku tak tahan.Terlalu enak. Walau, saya juga… cinta. saya tdk akan melupakan tuan.” Kening tuanku berkerut.Ia nampak marah. Handukku tersibak terbuka. Vagina ngilu, karena baru dimasuki batang penis suami yg besar. Aku membawa senampan sarapan dan kopi panas itu, kuletakkan di meja sebelah ranjang.Ah, memandang ranjang itu… kemarin aku membenamkan wajahku di sana, sementara penisnya terbenam di vaginaku… Aku tersenyum. Untuk… tuan. Kak Edo masih tertidur pulas. Nyeri, tapi sungguh nikmat. Bagi lelaki ini, semuanya kuberikan. Tapi aku merasa indah, dan mendengar kata-kata cintanya, walau aku tahu ini tdk mungkin, aku sangat bahagia. Apa kata keluarga, apa kata Bapak dan Ibu? Mataku memandang penisnya yg melemas, masih basah berlendir.“Kak Edo… saya terima kenyataan. Tubuhku terbaring. Aku keramas, membersihkan lengket di rambutku. Mungkin saya tdk pantas jadi istri.




















