Pakaianku berserakan di bawah ranjang. Jantungku berdebar keras sekali dan aliran darahku terasa amat cepat. Bokeb Aku benar-benar dijadikannya pemuas nafsu yang benar-benar tak berdaya.Pak-Toyo kuat sekali. Ibuku blasteran, ayahnya belanda dan Ibu Sunda. “Iya Pak, ambil beberapa barang dagangan”, jawabku biasa-biasa saja. Dengan garangnya Pak Toyo menindih tubuhku dan menciumi wajahku. Kesadaranku entah berada di mana. “Ya Tuhan, ampunilah segala dosa-dosaku” ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. Aku memang sengaja diam dan tidak membicarakan peristiwa itu kepada ibuku, aku tidak ingin melukai perasaannya. Apalagi dia kan bekas teman ayah dulu!”. Aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa terjadi, tetapi kadangkala aku justru rindu dengan perlakuan Pak Toyo terhadapku itu. Bukan main! Kulihat jam dinding, Wah.., Sudah tiga jam aku berada di rumah itu.










