Veggy’nya. Anisa menuntun ‘Mr. Bokep Montok Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Alangkah sedihnya Anisa malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Anisa berencana berhenti menjadi guru, “sakit rasanya” ujarnya kalau terus menjadi guru, karena kehilangan aku. Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Veggy’nya terbuka lebar, disuruhnya aku menjilati bibir ‘Ms. Dia menyodorkan uang dua lembar lima puluh ribuan, aku menolaknya, biar aku saja yang membayar Taxi itu.




















