“Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. Video bokep jepang Aku juga seperti dia.Seperti Jay. “Aku… aku kangen Papa,” suara gadis itu terdengar gemetar. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan mengangkat kepalanya mendekatiku,
“Maksudmu apa?” desisku berang. Meninggalkan Jay. Tanpa mereka sadari. “Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. “Seorang cowok keren dengan pikiran terbuka?”
“Minimal bule, deh.”
Kurasakan Chie meremas lenganku, memberikan respon atas guyonanku yang nyaris tidak pada tempatnya. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya. Selamat ulang tahun..!” Jay memukul kepalaku dengan sisi organizernya. Oh God.Jay memang harus diakui memiliki hati dan jiwa yang sungguh luar biasa. Aku bukanlah seorang bodoh yang tak bisa membedakan perawan dengan tante-tante. “Bisnis,” Chie mendesah. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Sibuk mendoktrin gadis-gadis tentang kenikmatan free-sex.




















