Ah, kini ia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Lalu asyik membuka tabloid. Bokep Indo Viral Ah masa bodo. Jam berapa aku berangkat. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Ini kesempatan kedua. Aku kira aku sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya. Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku.“Mbak Wien.., udah ada pasien tuh,” ujarnya dari ruang sebelah. Payudara itu dari jarak yang cukup dekat jelas membayang. Sial. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok.




















