Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. Aku tahu itu, aku bukan seorang bodoh. Bokep HD “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Bule? Aku tahu itu, aku bukan seorang bodoh. “Ray, Aku masih perawan.”
Ah! Ah, Jay. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. Jay. Aku dapat merasakannya dari setiap pertemuan kami, dan aku menghargainya. “Entahlah..” sahutku lirih.Jay bangkit berdiri, menuju ke sudut ruangan dan mengangkat gagang telepon. Tapi…”
“Sshhh… mohon jangan menolakku sekarang.”
Chie mengecup bibirku, meraih tombol lampu, membiarkan kegelapan menyelimuti kami berdua. Siapa coba?”
Kudengar tawa Jay beriring tawaku sendiri. Aku bukanlah seorang bodoh yang tak bisa membedakan perawan dengan tante-tante.




















