“Pacaran asyik ya Mas?” tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. Karena waktu masih sekolah tidak boleh pacaran, dan setelah lulus dipaksa kawin dengan seorang duda oleh orang tuanya. Bokep Indo Terbaru mau keluar nikh.. Aku bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju kafetaria untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus. Aku (sebut saja Aswin), umur hanpir 40 tahun, postur tubuh biasa saja, seperti rata-rata orang Indonesia, tinggi 168 cm, berat 58 kg, wajah lumayan (kata ibuku), kulit agak kuning, seorang suami dan bapak satu anak kelas satu Sekolah Dasar. Posisinya aku berdiri di samping ranjang. Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. Dengan memejamkan mata, “Mas.. Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok. Mas, aduuh.. Masa remajanya tidak sempat pacaran. “Mmacet sekali ya?” katanya yang tentu ditujukan kepadaku.




















