“Nah, kamu masukin ini kedalam teh manisnya”,tambahku sambil memberikan botol kecil bekas obat tetes mata kepada Nakim. Bokep Barat Rasa nikmat menjalari tubuhnya kian dalam, tangannya pun meraih kepala Nakim yg sedang terbenam didadanya. “pokoknya nanti pulang aku kasih tau kamu”,jwb istriku singkat sebelum pembicaraan lewat telepon ini berakhir.Sekitar pukul setengah enam aku sampai rumah,setelah mandi dan makan, istriku meminta diantar ke apotik utk membeli antibiotik, sementara itu kulihat Nakim bersikap seperti biasa. Sampai dirumah, Nakim spt biasa membukakan pintu,menyambut kami dgn santunnya. Setelah itu kududuk lg disebelah Nakim yg masih bengong.“mas mau masuk kamar yah..nanti pintu kamar ga aku tutup semua”,ucapku setengah berbisik.Nakim agak terkejut, jelas sekali ia tak menyangka dgn apa yg ku ucapkan.“tapi,mas..”,jwb Nakim ragu2. Pertama Nakim tampak ragu, namun tatapan mataku membuatnya memilih utk menurut saja.




















