sementara di dalam café pengunjung sepi ” inilah yang terlintas dalam benak penulis. Tapi kekawatiran ini hilang begitu saja sesaat aku berdua dengan Roni di dalam gubuk. Bokeb Aku gelagapan menyeimbangi jamahan dan ciuman yang di lakukan Roni samaku.Aku hampir lemas dengan cumbuan Roni yang membuatku tidak sadar diri semua pembalut tubuhku terlepas sudah seperti anak yang baru dilahirkan tanpa sehelai benangpun yang menghalanginya. Kutanya lagi berarti dia masih ada di ruang kamar ? Dengan kesopanan Roni juga membuat aku terus bertambah sayang dan cinta sama dia. Tapi lain jawaban pelayan “bang minumannya sudah dibayar om tadi”. Akhirnya Roni mengajak aku menyewa gubuk pas dipinggir pantai. Dalam perjalanan itu aku bertanya “Ramah kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini ? Baru Ramah tahu mulai dari perteman tadi dianya ngomong aku rekam. Sementara radio rekamannya dia pegang, aku minta dia




















