Bersamaan dengan jilatanku itu, tiba-tiba Shela bangun dari tidurnya dan berkata, “Jaa…, ngaan…, Ooom”, sambil mencoba mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya.Karena takut Shela akan marah, maka dengan terpaksa aku bangkit dan kupeluk Shela serta berusaha menidurkannya lagi sambil kucium bibirnya untuk menenangkan dirinya.Shela tidak memberikan komentar apa-apa, tapi kami kembali berciuman dan Shela sepertinya lebih bernafsu dari sebelumnya dan lebih agresif menciumi seluruh wajahku. Bokeb Perkiraanku ternyata salah, setelah aku ada di atas badan Shela, ternyata dia malah memelukkan kedua tangannya di punggungku sambil sesekali menekan-nekan. Bilang saja…, kalau ujian SMA-mu hanya tinggal beberapa bulan lagi”.“Katakan lagi…, sayang kalau biaya yang telah dikeluarkan selama hampir tiga tahun di SMA harus hilang percuma tanpa mendapatkan Ijasah. “Terima kasih paak”, katanya sambil membuka pintu mobilku.Jarak dari sini sampai di sekolahnya kira-kira 10 Km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan-pertanyaan ringan, sehingga










