Aku berjalan lunglai dari ruangan karyawan, bingung memikirkan nasibku besok, saat kulihat Rosmeri sudah menungguku di ruang tunggu“Gimana Sis? Bokep Arab lega sekali, seperti melepaskan beban. Aku sempat berpamitan dgn mereka sebelum aku kembali berjalan menuju pintu keluar saat tiba-tiba salah seorang dari mereka memanggilku..“Sis.., Temenin kita main dong..!” serunya.“Kita taruhan. Ia sangat suka dgn anak kecil. Mungkinkah Mas Tono tdk seperti yg kupikirkan selama ini. Sendiri dalam temaram hanya ada cahaya televisi aku berniat untuk begadang sampai pagi dan mencoba untuk melupakan apa yg baru saja terjadi. Betapa terkejutnya aku saat kulihat Pak Hendra sedang mendekap tubuh Rosmeri sambil tangannya berusaha melucuti pakaian yg melekat di tubuhnya dibantu oleh tiga orang temannya.















