Mengingat hal ini, perutku semakin mual tapi tetap kuteguhkan tekadku.Aku agak “terhibur” saat tangan Tyo yg penuh bulu itu mulai ikutan menyentuhku, mengelus punggung, rambut dan meremas remas toketku dengan lembut, jauh lebih lembut dari Pak Bambang. Bokep Mama Kamu ingin mengumpat aku atau mau ngucapin terima kasih?” godanya.“Sialan, kamu telah menjebakku” kataku pura pura marah.“Jangan marah begitu dong non, aku juga taruhan sama dia, kalau nggak bisa membujukmu menemani dia, aku harus menemani JJ ke Tretes, dan aku menang 2 kali sekaligus, disamping dapat 3 kali lipat bayaranmu yg selangit, aku juga dapat 10 juta” katanya dengan nada gembira.“Dasar monyet” umpatku.“Tapi dia mainnya hebat kan?














