Malam itu bundaran HI didatangi Kapolri yang meninjau dan ‘menyerah’ melihat massa yang telah bergerombol untuk pawai dan kampanye, karena jadwal resminya adalah pukul 06.00 – 18.00.Saat aku kembali, gerombolan Diana masih ada di sana.“Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. Bokep Harapan-harapan mereka, tanggapan mereka, dan pendapat mereka. Jangan malah selingkuh …” Teriak salah seorang temannya.Diana cuma mengangkat tinjunya, tapi matanya kulihat mengedip. Namun kami duduk telah semakin rapat, sehingga dapat kurasakan lembutnya tubuh yang ada di sampingku.Tiba-tiba Diana mencium pipiku.“Terima kasih, Mas Ray.”
“Untuk apa?”
“Karena telah mau menemani Diana.”Aku hanya diam. Tanpa sadar aku raih wajahnya, dengan sangat perlahan-lahan kudekatkan wajahku ke wajahnya, aku cium bibirnya, lalu aku tarik lagi wajahku agak menjauh.Aku rasakan hatiku tergetar, bibirku pun kurasakan bergetar, begitu juga dengan bibirnya. Sumpah, sampai sekarang aku tak pernah pacaran sama cowok.




















