Aku merasa malu sendiri. Bokep Hot Kamu suka mendengar semua ini?”
“Setiap pulang kerja.” Ia lalu memasukkan satu CD ke dalam deck, lalu memencet beberapa tombol dengan raut percaya diri. Jelas sudah ia mengetahui kalau aku memang masih perjaka. Ia menatapku. Ia menatap mataku. “Sekarang…,” ia mendesah lirih beberapa menit kemudian. Sama sekali tak ada emosi di sana. Ia mengulurkan tangannya, berusaha mendorong perutku. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Saat itu jemarinya sudah masuk ke dalam celana dalamku, mengelus, lalu menggenggam batang kemaluanku. Kami berpagutan, sesekali saling menggigit. “Yah, lumayan. Lalu tiba-tiba ia tertawa kecil. Kurasa ia sibuk memikirkan tentang semua ketidaknyamanan yang telah kutimbulkan, sementara aku sendiri mungkin terlalu malu untuk memulainya. “Thanks,” katanya sambil tersenyum. Akhirnya kubuka pintu mobil dan melangkah keluar.




















