“Siapa yang kenyang, Bu,” tanya Suti menyahut dari belakang. Bokeb Menurut perkiraan, akan sampai berkisar satu jam lagi. Aku sudah tak perduli. “Terus mas… enak….” katanya. Aku membujuknya, sampai akhirnya ibu diam dan aku membimbingnya ke atas perahu. Tali layar.dia pegang kuat dan mengulurnya sedikit jika perahu oleng. Kami harus pulang, sebelum matahari terbenam. “Bu ne bersandar ke dada Mas ya?” katanya manja. Mas. Kita main suami-isteri. Aku mau mas…” rengeknya. Selamatan dibuatkan kecil-kecilan. Kontolku dijilatinya. Aku molau memompanya,walau ibu terus menerus meronta bahkan mearik rambutku dengan kuat. “Ya.”Kami berpelukan dan bibir kami terus menempel. Aku terus menjilati memeknya.




















