Anggap saja rumah sendiri ya…” Ujar Niken sambil memersilakan aku duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumahnya. Bokep Hot Niken tampak tak kuasa menahan birahiku yang sudah tinggi. Aku pun merapihkan pakaian dan membersihkan diri lalu segera pulang ke kosan meski waktu sudah menunjukan pukul 2 malam.Meski pengalaman sex kami berdua begitu nikmat, tapi setelah kejadian itu Niken tidak membalas pesan dan telepon ku lagi. Niken tidak bersuara, hanya mulutnya yang terbuka dengan mata terpejam. Terlihat Niken sudah penuh keringat dengan mulut terbuka untuk mencari nafas dan berusaha menikmati momen terbaik yang baru saja ia rasakan. Niken membubuhkan senyum manisnya begitu aku memegang kondom. Aku memainkan vaginanya sedikit dengan jariku yang membuat Niken tampak kegelian, menggelinjang namun menyukai apa yang aku lakukan.“Masssss, di kasur dong Masss, jangan disinii…” Pinta Niken lirih.




















