Namun bukannya langsung pulang, di jalan ia memintaku untuk berhenti di Dunkin’s. Bokep Mungkin aku sedang bermimpi, saat kudengar ia bersenandung seolah menidurkanku. Fantasi tentang hari yang begitu luar biasa, saat aku kehilangan keperjakaanku di tangannya. “Ikuti saja iramanya,” ia berbisik lagi. Geliat dan keringat yang bercampur. Ia menatapku. Kupikir akulah si keledai dungu itu, yang mengaku sudah pernah bercinta, ternyata seperti anak kecil di atas tempat tidur. Kami saling terpaku beberapa saat, sebelum akhirnya ia berkata, lebih mirip desis gusar,
“Kamu hanya mau diam begitu?”
“Sial,” makiku. Jalanan tampak lengang.




















