“ Ya. ”
Aku lalu menuju salon. Bokep Indo Lalu pindah ke pangkal selangkangan. Angin menerobos kencang hingga seseorang yang membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.“ Mas Tut.. Aku menggelepar. Betul-betul keras. Hanya suara kebetan majalah yang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musik lembut yang mengalun dari speaker yang ditanam di langit-langit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletak-pletok-pletok. Mengapa kancing baju cuma tujuh? Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. “ Halo..? Wanita muda itu sudah keluar sejak melempar celana pijit. Aku pertegas bahwa aku mengendus kuat-kuat aroma itu. Aku masih di atas angkot. Baru saja aku memasang ikat pinggang, Fera menghampiriku sambil berkata,
“ Telepon aku ya..! Dia berjalan menuju ruang telepon di sebelah.




















