Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Bokep Ojol Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Pada saat itulah aku mendapat kesempatan memandang hingga ke pangkal pahanya. Aroma yang sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.“Suka Jhony?”“Hmm.. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar.“Jhony, salahkah dugaanku?”“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bagian atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Tak peduli dengan etika, dengan norma-norma bercinta, dengan sakral dalam percintaan. Bahkan sempat kulirik bayangan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu.“Suka?” Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Mbak Lia ke atas lututku.Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk.




















