ahh.. Bokep Family kamu.. di mulut Cici!” katanya lirih. “Boleh kami masuk, ngobrol-ngobrol sebentar?” tanya Diana.Akhirnya kupersilakan mereka masuk juga mumpung belum ada yang lihat. ahhh.. Mereka berdua suit dan yang menang adalah Diana. emhhh.. Segera kubuka mata dan benar saja, Diana duduk di samping kiriku tanpa sehelai benangpun dan menumpangkan tanganku di payudaranya, sementara Sinta yang juga sudah polos mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu meja sehingga suasana menjadi remang-remang.“Nah kalo gini kan jadi romantis suasananya.” katanya. “Hei babi, tunggu dulu kalo mau lewat serahin dulu duit yang kalian punya, ayo!” kata yang kurus gondrong itu. “Cewek bandel, awas kalo kena ya!” “Lho kalian lagi ngapain, kok kayak anak kecil aja sih, dari tadi ribut terus,” kata Diana yang sudah bangun.




















