Tentunya masih polos, lugu dan perlu diajarkan. Ia terpesona melihatnya. Bokeb Oohh anak pinter!” desah ummi Annida mulai meracau ucapannya saking hebatnya rangsangan ke sekujur tubuhnya.Sambil terus menyuruh raffa berbuat ini dan itu. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Perasaan ummi Annida seraya melayang dengan cumbuan ini. Ia ingin memberikan yang terbaik anak ini. ummi Annida kenapa? Apa tidak takut. uggh ffa!”Raffa semangat mendengar erangan ummi Annida yang begitu merangsang. Akhirnya ummi Annida mendorong tangan itu menyusup lebih dalam dan langsung menyentuh daerah paling sensitive. Nggak apa-apa ?” tanyanya demikian polos.“Nggak sayang.. Jangan sampai ia kaget dan malah akan membuatnya ketakutan.Lalu ummi Annida membuka kancing bajunya, menyingkap jilbab dan membiarkan raffa meremas-remas buah dadanya sesuka hati. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak bapak amin berani berbuat seperti itu padanya.“raffa..




















