Tampaknya keluarga berada. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan. Bokep SMA Tidak disangka, kaki itu balas menggesek. “Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Kepalaku berdentum-dentum. Sentuhan itu ringan, seperti melayang. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku. Mulus tak bercela. Aku tersenyum kembali. tapi sweater tadi untuk maksud lain. tapi sweater tadi untuk maksud lain. Dan rasanya mulai sakit sekarang. Sperti penis kecil. Aku duduk di sampingnya mas ini aja.”Whatever. Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. Tangannya sungguh mulus, dan sentuhannya, benar-benar nikmat. Cukup tebal. Ya, kearahku. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Aku tersenyum kembali. Itu kaki orang dewasa. Kaki ibu itu. Aku bisa merasakan volumenya ketika lenganku menggeseknya.


















