Enggak ada yang liat aku masuk.” Dia menyeringai, lalu berbisik tak kalah pelannya. Bokep Twitter Itupun belum cukup, diakuinya bahwa dia masih bisa tambah dua burger. Aku hanya tersenyum. Memang dia mengantarku. Suasana di luar dan di dalam sangatlah berbeda. Sekarang setelah bertemu satu kali saja, dia sudah mulai menggerayangi tubuhku. Otakku saat itu tidak dapat berpikir dengan logis. Dia bekerja di dealership ini di bagian sales. Kelvin makan banyak sekali. Di sini lebih private dan kami dekat sekali. Aku menyusul di belakangnya dengan tampang innocent, maklum kan, baru mencoba baju, namun kelihatannya wajahku kemerahan bekas gejolak nafsu tadi, mataku sedikit berair karena kenikmatan yang baru saja kualami.
















