Aqu sedikit bernafas lega walau perasaan kotor masih ada dipikiranku. Bokep Jilbab/Hijab ‘Bu Diana’, kata Mukidi sambil mendekatiku dan mendekap badanku. ototnya begitu keakar, belom lagi ada tonjolan yg menggelembung di antara pahanya. Mukidi klimaks di kemaluanqu’, pekikku dalam hati. ‘ahh kemaluannya udah tegang, dia akan memperkosaqu’, jerit batinku
Aqu semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangannya yg menahan kedua tanganku.‘sebaiknya bu Diana jangan berisik, nanti ada orang yag dengar, biarlah saya dipukuli orang tetapi
saya akan cerita ke semua orang kalau ibu Diana masturbasi di kamar mandi’, katanya mengancam,
aqu mengurangi perlawananku, ancamannya begitu mengena. Tanganku tertahan oleh tangan Mukidi yg kekar,
‘lepaskan’, kataqu, tetapi Mukidi yg sudah kesetanan itu tak mendengarkanku, dia malah memutar
tangan kananku ke belakang badanku dgn paksa, tangannya yg lain menahan tangan kiriku didinding.Aqu terjebak, tenaganya kuat sekali, badanku seperti terkunci dan tak bisa bergerak,
‘pak Mukidi jangan…sakit..lepaskan’, kataqu memohon dgn




















