Bicara apa? Tapi ia dingin sekali. Bokep Barat Alamak.., jauhnya. Jakarta yang panas membuatku kegerahan di dalam angkot. Angin menerobos dari jendela. Tetapi tdk lama, suara pletak-pletok terdengar semakin nyaring. Ke bawah lagi: Turun. Ke bawah: Tdk. Kadang-kadang ketimun. Shit! Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon,
“Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”
“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aq dibimbing ke sebuah ruangan. Aq masih mematung. Sampai ia selesai mengelap bagian belakang pahaku dan berdiri. Hitam. Nampak ada perubahan besar pada Iin. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Menantang dengan mata genit sambil mendekati pintu salon. Ah sialan. Aq masih mematung. Aq terlambat setengah jam. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aq masih terbayang-bayang wanita yg di lehernya ada keringat.




















