“Ya, masuklah”, seorang pria membuka pintu dan mempersilahkanku masuk. Bokep Tobrut Pria yang mengambil giliran selanjutnya tertahan, ia taidak jadi memasukkan penisnya ke mulutku. Badanku masih lemah karena sakitku. ***
Beberapa hari itu, aku terus dirawat oleh sang dokter. “Alex minta dua puluh juta, kami rasa itu tidak masuk akal untuk sekali main…”, jawab satu pria. Namun perutku sudah kosong, muntahanku pun menyakitkan sekali, perutku sakit memaksakan aku harus muntah lagi. Aku coba membuatnya kembali mengerti ‘Saya sedang sakit, saya butuh istirahat, tolong mengerti’. Pria ketika terus menggenjotku tanpa peduli hingga ia berejakulasi dan sama seperti temannya lagi, menyemprotkan sperma di dalam vaginaku. Beberapa saat Alex tidak membalas, namun tiba-tiba ia menelpon, aku tidak berani mengangkatnya. Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku. “Ah, tidak, cuma sedikit mengoral saja, aku tidak




















