Kring..! suara itu lagi, suara wanita setengah baya yg kali ini karena mendung tdk lagi ada keringat di lehernya. Bokeb Ia tdk bercerita apaapa. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Jagain sebentar ya..!Ya itulah kabar gembira, karena Iin lalu mengangguk.Setelah mengunci salon, Iin kembali ke tempatku. Di mana? Makin lama makin jelas. Hidungnya tdk mancung tetapi juga tdk pesek. Jakarta yg panas membuatku kegerahan di dalam angkot. Sekarang sudah lebih lancar. Atau janganjangan ia tdk masuk ke salon ini, hanya purapura masuk. Ke mana ia? Tetapi eh.., diamdiam ia mencuri pandang ke arah penisku. Nampak ada perubahan besar pada Iin. Mbak Iin.., udah ada pasien tuh, ujarnya dari ruang sebelah. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Aq masih ingat sepatunya tadi di angkot. jendelanya jangan di buka lebar.




















