Meski sudah berusaha melakukan apa saja yaang dimintanya.Sementara itu Lidya sudah menjepit pinggangku dgn sepasang pahanya yg putih mulus. Aku memang tak mengerti dgn kekecewannya. Bokeb Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. “Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aku bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali. Dia malah tersenyum. Dan dia semakin aktif merangsang gairahku. Dia menarik tanganku dan menaruh di atas pahanya yg tersingkap Cukup lebar. Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Meskipun malam itu Lidya mengenakan rok yg panjang, namun belahannya hampir sampai ke pinggul.




















