Seusai aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks yg memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciuman Irfan, memancing Irfan utk kembali memainkan lidahnya pd lidahku dan menghisap bibir dan lidahku terus liar. Bokep Sepulang dari dokter, tetap dgn jalan tertatih-tatih, Irfan menganjurkan utk mengantarku pulang saja, dan tidak kembali ke kantor supaya aku bisa beristirahat. Irfan mengambilkan minuman dan kembali ke kamar memperoleh aku sudah melepas blazer dan sedang memijat betisku. Tanpa tergesa-gesa, Irfan mengecup bibir, pipi dan leherku dgn lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dgn erat, membikinku sangatlah merasa aman, terlindung dan sangat disayangi. Dua tubuh telanjang bermandikan keringat terbaring berdampingan di ranjang, tersungging senyum penuh kepuasan pd bibir kita berdua.




















