Tenang saja, pulangnya baru besok sore”, katanya sambil terus mendekapku.“Maa, aku mau ngomong nih”, kataku sambil duduk bersanding di tempat tidur. Nggak mungkin itu. Bokep Montok Bu Tadi walaupun cemburu tapi dapat memakluminya.Keluarga Pak tadi sampai saat ini hanya mempunyai satu anak perempuan yang cantik. Dan aku menunggu dengan harap-harap cemas, jadikah anakku yang kedua di rahim istri gelapku ini?… Aku mulai melihat situasi apakah aman untuk mengintip mereka. Kuangkat tubuhku. Batinku bersorak.Kami berehenti di warung bakmi yang terkenal. Kalau aku berani menggoda Bu Tadi pasti jadi masalah besar di kampungku. Bu Tadi sekarang kalau sedang bermesraan atau bersetubuh memanggilku Papa.




















