Kebawah aku terus mencium dan menjilat lembut kulitnya, menyusuri perut hingga ke selangkanganya. Bokep Montok Aku tetap mengocoknya, terus dan teruuuuuuuuuuuuuuuss hingga muncratlah lendir kawinnya ke bibirku. Aku meminta mereka memikirkanya dulu dan menujarnya besok pagi. “ Oughhhhh… Mas, buruan masukin aja kontol kamu ”, pintanya.“ Sabar dulu ya Firna sayang, bentar lagi yah… ”, ujarku. Ristia hanya bisa bergumam dan merintih menahan perih tetapi tidak jelas terdengar. Dengan tegas aku jawab tidak!! “ Hemmm… yah Bapak berdoa aja biar aku nggak hamil… weeeekkk… ”, ucapnya genit sembari mencubit pipiku. Hal itu membuat Vagina-nya terasa semakin licin dan nikmat sekali. “ Bener juga tuh Pak kata Lita,hahaha ”, ucap Ristia menambahkan.Rupanya kekesalan tadi hanya sandiwara saja, mendengar perktaan Ristia aku yaki dia tidak menyesal memberikan keperawananya padaku. Buru-buru dia mencuci muka, memakai seragamnya dan berpamitan pulang karena tidak mau dimarahi




















