Zenit mulai bertanya,“Habis ini kemana?”, dia ingin pesta berlanjut. Bokep Twitter “Aku mau lihat lu menari..”, kataku. Ku biarkan sejenak kontolku menancap dalam memeknya, ku rebahkan tubuhku kembali hingga menindih Minoru. “Aku panggil Minoru lagi buat temani lu…”, jawabnya.“Emangnya lu bisa?”, tanyaku.“Hahaha, aku mana mau nyetuh dia, jijik ah… Aku maunya liat dia tersiksa aja…”, lanjutnya. Sambil membawa beberapa botol bir lagi dan rokok, kami pulang dan hanya menunggu ke datangan Minoru. Spermaku berceceran di tangan dan bibirnya. Mukanya murung, dia nampaknya terpaksa ke sini, dia tidak berani memandangi wajah kami, dia mungkin masih trauma.Tapi dia tidak berbeda dari kemarin-kemarin, masih tetap cantik.




















