Pak Randi, ada apa ya pak? Bokep SMA Dia berkata:“Bu, kita kekamar ibu, dan suruh pembantu ibu pergi kemana gitu biar kita senang–senang tanpa ada yang menganggu…”Aku diam terpaku dan masih bimbang apakah aku menerima berselingkuh apa menolaknya, apa ini sudah termasuk berselingkuh. “Iya mang napa?”, tanyaku kembali.Ku akui rumah kami memang besar bertingkat, kamar tidur ada 6, diatas dua dibawah tiga dan satu kamar pembantu. Aku pun lansung angkat teleponnya.“Halo… Selamat pagi”, jawabku. Apa lagi aku dah bersuami dan anak–anakku dah beranjak dewasa”, jawabku kepada Randi.Dia berdiri dan duduk disamping kananku. Direnggutnya rambutku dengan kasar hingga aku nyaris terjatuh.




















