Dan kami berduapun sama-sama “memonitor keadaan”, namun sampai jam 10, belum ada tontonan yg kami inginkan. Vidio Sex Lalu Jun perlahan menarik bahu Juli ketas, mereka berciuman dengan pelan tapi santai. Juli mulai sadar kalo aku tdk menservisnya lagi, dia dengan tenang memegang penisku yg lembek, pelan-pelan diransangnya, tapi karena aku masih menahan sakit maka tetap saja penisku tak mau bangun. Setelah membuka baju kerja, akupun menyalakan TV, sebentar kemudian Ray sudah berdiri di pintu kamarku,
“Eh mas… jangan bilang-bilang ya…”, jawabku heran:
“Ada apa emang?”. Namun betapa kagetnya aku. Kulihat matanya sedang menatap celana dalamku.“Ah engga lah… biaasa aja” jawabku, kemudian kami ngobrol sedikit tentang anak-anak kos tetanggaku yg tumben belum pada pulang sore itu, sampai akhirnya Juli memanggil Jun untuk turun. Namun betapa kagetnya aku. Jun ada di belakangku masih dengan badan dan rambutnya yg basah, bahkan hanya memakai celana




















