“Udah, pake beberapa gelas bir” jawabnya sambil ketawa. Walaupun aku dah ngantuk, tapi susah sekali aku memejamkan mata.Sekitar 15 menit kemudian, Rara keluar dari kamar an menghampiri aku. Bokep Arab “Ra pake bajuku aja deh, baju kamu kan dah kotor dipake perjalanan” kataku sambil memberi Rara bajuku yang paling kecil dan celana pendek berkaret. Aku mengecup keningnya lagi. Biasalah, waktu di kampus kan kita primodial bangetTapi gak ada ruginya temenan sama Rara kok, orangnya cantik, tinggi semampai, body aduhai dan yang terakhir yang aku suka banget dari Rara adalah rambutnya. Rara ikutan tertawa.“Rian, kamu dah pernah ML gak ?” tanya Rara menyelidik. Aku seperti gak puas-puas menciumi dan menjilati tubuh mulus yang masih sekel itu. Aku mulai menciumi tubuh rara. Bukannya kamu di jakarta ?




















