Waktu itu aku kos di Setia Budi, yah karena sebagai junior klerk (admin) gajiku tdk seberapa maka akupun harus cari kos yg murah dan terjangkau, tentu saja yg tdk harus naik angkutan dan mengeluarkan biaya transport.Beruntung sekali aku mendapatkan kos yg murah sekali, tapi dengan konsekwensi kamarnya di loteng belakang di atas dapur, pintu keluar-masuk pun jadi satu dengan tuan rumah, sehingga harus pulang sebelum jam 10 malam, plus ini itu keterbatasan ala kos-kosan murah. Setelah bertelungkup dan menjulurkan kepalaku ke bawah maka pemandangan indahpun aku dapatkan. Bokep Korea Dan kami berduapun sama-sama “memonitor keadaan”, namun sampai jam 10, belum ada tontonan yg kami inginkan. Aku terjerembab dan mukaku terhenti percis di depan selangkangan Rini. Sedangkan Jun adalah sosok keturunan china, yg tampan, pipinya yg bulat, sedikit gendut, tentu saja putih dan sipit.Di kos itu, tetanggaku hanya 2, 1 anak




















