Tentu saja waktuku banyak tersita untuk mendidik Rizal.Mas Aryo berkerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang produksi kayu, sedangkan aku hanya tinggal di rumah. Bokep Cina Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum, “Lebih baik saya menunggu saja Mbak, itung-itung menemani Mbak.”
Aku agak risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih ketika melihat tatapan liar matanya yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku. Tetapi belakangan ini dia selalu pulang terlambat. “Aryo tidak pernah cerita kepada saya, kalau ia memiliki istri yang begitu cantiknya. Bahkan sampai larut malam.Pernah ketika kutanyakan, kemana saja kalau pulang terlambat. Aku tetap sabar menjalankan tugasku sebagai ibu rumah tangga sebaik-baiknya. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Aryo. Oh sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir. “Apa syaratnya, Mas?” tanyaku penasaran. Aku berkata terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja. Jumlahnya sekitar sepuluh juta rupiah.




















