Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Bokep HD Darah seketika muncrat ke mana-mana. Gila. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Dia benar-benat ulet. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut.




















