Apa salahnya? Video bokep Thanks ya”, aku tersenyum manis sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya menunggu. Kepalaku menggeleng-geleng. Aku diam-diam menggunakan mental calculation mengkira-kira pendapatan dan pengeluarannya setiap bulan. Untuk buang kesal, aku jalan-jalan lihat mobil-mobil di showroom. Aku menduga dia memang sengaja mendekatkan begitu supaya aku tidak tahan. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti. Sering pula dia menawarkan aku pergi dinner, untuk yang ini aku sudah mutlak memberikan jawaban tidak.Keesokan paginya, Kelvin menelepon pertama kali untuk konfirmasi lunch dan kedua kali memberi tahu bahwa dia hampir sampai. Sorenya aku ditelepon, katanya sudah beres dan bisa dijemput.




















