Ah… kakak ku sayang, engkau cantik sekali. Bokep Sayang masing terlindung pakaian yang dikenakannya. Napasku memburu. orang lagi dibaca juga !”, kak Dewi berusaha meraih majalahnya kembali. “Ah kakak !”, aku merintih kecewa, hampir aku melonjak bangun. Kak Dewi segera mereguk minuman yang kusediakan untuknya itu. Sungguh aku tidak tahan, dengan sensasi dan imajinasiku sendiri, aku merintih dan merintih lalu mengerang perlahan seiring cairan nikmat yang muncrat membasahi bantal guling. Menatapnya dalam-dalam. Didekat ruang makan aku berpapasan dengan kak Dewi yang membawa nasi goreng dari dapur. Cantik. Karena khawatir pintu rumah belum dikunci, lalu aku memeriksa pintu depan, ternyata sudah dikunci. “Takut gak abis”, katanya !




















