akupun merasa lega kejadian yang kuanggap awkward ini terselamatkan dengan bunyi telefon.Arna beranjak dari tempat tidur dan merogoh tas untuk mengambil HP nya yang berbunyi, Arna menjawab panggilan telefon itu..“Kalian lanjutin aja, gue ada urusan bentar” ucap Arna sambil berlalu keluar kamar“Yah, nih anak kebiasan.. masih lesbi apa nggak yah?” gumamku dalam hati..“Woy.. Bokep hhmmm.. kalo udah nerima telfon gitu gak mungkin sebentar tuh” ucap Lisa sambil memajukan bibir bawahnya.“Emang siapa sih yang telfon? Ucap Dilla dengan akting berpura-pura Tegas sambil memberikan isyarat menggunakan telunjuk tangan kanannya didepan wajahku. Sedangkan aku sudah bosan dan ingin merasakan wanita – wanita lain, tapi Dilla adalah wanita yang cantik, aku rasa banyak pria lain yang mau bersamanya.Setelah kembali ke rumah ternyata tidak menghilangkan bad mood ku, malah sekarang aku merasa suntuk.




















