Utk seorang Nakim yg masih lugu, kurasa sikap istriku sudah cukup meyakinkan.Kulirik Nakim yg tak henti2nya menatap istriku yg kini seperti lemah tak berdaya, senyum kecil terulas kearahku saat ia lihat istriku tak sadar waktu telapak tangan kananku mulai membelai dada montoknya. Bisa kubayangkan apa yg dilihat Nakim, apalg kaos ketat dgn bagian dada rendah adalah kostumnya saat itu.Tambah lagi dgn Senyum dan cubitan istriku saat bercerita, jadi tanda bhw hal2 tadi terkadang juga disengaja oleh istriku.“Jgn marah ya,pa..abis lucu liat mukanya”,goda istriku.Aku cuma bisa mesem saja.Hal itu membuatku juga jd iseng mau mengetes si Nakim.Suatu malam,istriku sudah tidur duluan dikamarnya, seperti biasa Nakim dan aku msh menonton Tv.“bosen ya,kim..acaranya gini2 aja”,ujarku santai. Bokep “kalo kamunya tau, boleh dong?”,tanya istriku makin berani.Aku tak menjawab dan mengajak istriku bergegas pulang. Naik turun pinggulnya benar2 membuatku serasa jadi raja.Tak segan tanganku




















