Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Bokep Thailand Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku.




















