Tidak lama kemudian, Ibu Rini muncul dari dalam dan sudah tahu aku akan datang malam itu.“Ayo Boy.., masuk. Bokeb Setelah puas, Ibu Rini kemudian berdiri di depanku yang dari tadi masih melongo, karena tidak percaya pada apa yang sedang terjadi. ah.. bukan begitu Bu, Saya memilih pacar Saya walaupun Dia sebetulnya kalah cantik dari Ibu, dan segalanya dech..!” jawabku. Dalam sekejap, senjata-ku itu seluruhnya ditelan oleh Memek itu dan langsung menjepitnya. Aku sampai di rumahnya sekitar jam 7 malam dan langsung mengetuk pintu pagarnya yang sudah terkunci. “Gimana.., enak ya Bu..?” aku tersenyum sambil terus menjilat. “Aku tidak tahan melihat pantat ibu yang bulat dan menantang itu.” kataku tak sabaran. “Kamu suka pantatku, kalau gitu Kamu tentu mau kalau nanti pantatku mendapat giliran untuk Kamu obok-obok, bagaimana Boy..?




















