Semakin aku percepat memainkan jari telunjukku, semakin cepat pula dia menggoyangkan pantatnya. Timbul perasaaan cemburu ketika mendengar gurauan itu. Bokep Ketika aku menyalakan rokok, terdengar suara room boy mengetuk pintu dan mengantarkan pesananku. Seperti kesetanan, Laura terus menggoyangkan pantatnya, sesekali terdengar rintihan dan erangannya. “Ngga usah Fais, Laura juga udah tahu, Laura rasa Laura menyukai Fais”, jawab Laura polos.Tanpa disadari, mungkin karena saking senengnya, aku yang sejak awal memang mengagumi Laura, langsung memeluknya. Diiringi desahannya yang sangat menggairahkan, Laura kembali merasakan kenikmatan itu. Teeeruuus.. Sebenernya ruang kerja kami agak berjauhan, tetapi karena sama-sama mengerjakan jenis pekerjaan yang menyangkut dengan data, maka setiap hari, kami selalu bertemu ditempat foto copy.Awalnya sih, aku hanya sekedar mengagumi kecantikannya, karena dengan hidung yang bangir, bentuk bibir yang sensual, di hiasi lesung pipit di kedua pipinya, membuat semua yang ada di dirinya terlihat sempurna.




















