dystopia Janda Hijab Sange Omek: surveillance, konspirasi, dan moral. Visual gelap, pace tegang. Film Porno Minus: tema berat. Untuk pecinta spekulatif. Mulai.
Aku juga nekad mencoba kalau mereka main catur di rumah Tante Ratih. Wajah cakep. Mula-mula aku keberatan dan bertanya mengapa bukan salah seorang dari adik-adikku. Penis yang hanya memikirkan mau enaknya sendiri saja.Aku merayap di atas tubuh Tante Ratih. Aku malu. Tante juga mau mandi dulu,” katanya meninggalkan aku.Kulihat di meja makan terhidang roti mentega dengan botol madu lebah Australia disampingnya dan semangkok besar cairan kental berbusa. Dia sodorkan juga gundar gigi baru dan odol.“Ini Dit, mandi saja disini,” katanya. Kuingat kata-kata pelatih sepakbola-ku. Aku tinggi kurus dan hitam, jauh dari ciri-ciri pemuda ganteng. Aku tak menjawab.“Seandainya kau tahu betapa ******-ku lebih keras lagi sekarang ini,” kataku dalam hati. Aku sudah tahu titik kelemahan pertahanannya. Dan aku mereguk sisanya sampai habis. Saya tancapkan terus. Dia hanya menggerakkan panggulnya sekadarnya menyambut kocokan batangku.




















