Sementara Tante Maya pergi membawa Bobby, aku dan Linda duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yang menunggang kuda dengan gagah.Tidak banyak yang kami obrolkan, karena Tante Maya sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sambil terus-menerus memuji. Tante Maya dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. Film Porno Aku anak lelaki satu-satuya. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. “Sudah jangan banyak tanya. “Cinta…?” aku mendesis tidak mengerti.Entah kenapa Linda tersenyum. Dia tersenyum-senyum. “Tapi apa nanti Mama dan Papa kamu tidak marah, Lin?”, tanyaku masih tetap tidak mengerti keinginannya.Linda tidak menyahuti, malah berdiri dan menarik tanganku. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis.













